Linguistik




Ilmu bahasa dinamakan linguistik. Kata linguistik berasal dari kata latin lingua. Linguistik moderen berasal dari sarjana Swis Ferdinand de Sausssure yang membedakan langue,  langage  dan Parole. Bagi de Saussure, langue yaitu merupakan bahasa yang memiliki sifat tertentu sebagai suatu sistem. Misalnya: Bahasa Indonesia, Bahasa Prancis, Bahasa Inggris. Langage yaitu merupakan bahasa yang memiliki sifat khas sebagai suatu sistem. Misalnya: manusia mempunyai bahasa, sedangkan binatang tidak. Parole  adalah sistem bahasa yang di kaji secara langsung yang berwujud konkret nyata yang dapat di amati atau di observasi.
Secara populer ilmu linguistik adalah ilmu tentang bahasa atau ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya, atau lebih tepatnya lagi telaah ilmiah mengenai bahasa manusia. Ilmu linguistik sering juga di sebut linguistik umum (general linguistics) artinya ilmu linguistik itu tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja seperti bahasa jawa atau bahasa arab, melainkan mengkaji seluk beluk bahasa pada umumnya, bahasa yang menjadi alat interaksi sosial milik manusia, yang dalam peristilahan prancis di sebut langage.
            Seperti ilmu lain, linguistik sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri keilmua. Setiap ilmu mempunyai objek kajian, pendekatan, dan metode. Objek kajian linguistik adalah bahasa. Pendekatan linguistik antara lain:
1.   Basis sebagai lambang bunyi, maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi, sehingga bahasa lisan sebagai objek primer bahasa linguistik dan bahasa tulis merupakan objek sekundernya.
2.  Bahasa itu bersifat unik, maka linguistik tidak menggunakan kerangka satu bahasa untuk diterapkan pada bahasa lain.
3.   Bahasa adalah suatu sistem, maka linguistik mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan unsur yang terlepas, melainkan sebagai kumpulan unsur yang satu dengan lainnya, mempunyai jaringan hubungan. Pendekatan ini dinamakan pendekatan struktural.
4.   Bahasa itu bisa berubah dari waktu ke waktu, maka pendekatan seperti ini dinamakan pendekatan diakronik. sebaliknya pendekatan yang melihat bahasa pada waktu tertentu dinamakan pendekatan sinkronik.
5.  Bahasa berhubungan dengan aspek sosial, pendekatan bahasa seperti itu dinamakan pendekatan sosiolinguistik.


Seperti ilm 
6.  Bahasa itu dapat dipengaruhi oleh kejiwaan penuturnya, pendekatan ini dinamakan pendekatan psikolinguistik.
 linguistik sebagai ilmu juga mempunyai metode antara lain metode deskriptif, komparatif, kontraktif. Metode deskriptif yaitu metode yank mendiskipsikan suatu bahasa secara apa adanya seperti yang di gunakan oleh masyarakat yang bersangkutan. Metode komparatif adalah metode yang digunakan untuk membandingkan suatu bahasa dari waktu ke waktu yang bersifat kesejarahan dengan tujuan untuk mencari bahasa proto atau purbanya. Metode kontraktif adalah untuk membandingkan bahasa yang tidak serumpundengan tujuan untuk mencari perbedaan.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar